Senin, 10 Juni 2013

Peran Anggota Kelompok dan Pemimpin Kelompok

A.    Anggota kelompok
Keanggotaan merupakan salah satu unsur pokok dalam proses kehidupan kelompok.
Kegiatan ataupun kehidupan kelompok itu sebagian besar didasarkan atas peranan para anggotanya. Peran kelompom tidak akan terwujud tanpa keikutsertaan secara aktif para anggota kelompok, dan bahkan lebih dari itu, dalam batas-batas tertentu suatu kelompok dapat melakukan kegiatan tanpa kehadiran peranan pemimpin kelompok sama sekali. Pertimbangan mengenai keragaman dan keseragaman ciri anggota kelompok perlu diperhatikan.
a.       Jenis kelompok
Untuk tujuan tertentu diperlukan pembentukan kelompok dengan jumlah anggota yang seimbang antara laki-laki dan perempuan. Anak yang masih muda akan lebih bebas berbicara dan mendiskusikan masalah mereka dengan teman sejenis (anak umur SMP). Untuk anak SMA dan perguruan tinggi, juga untuk orang dewasa, kelompok dengan anggota campuran akan memberi keuntungan yang berarti.
b.      Umur
Pada umumnya dinamika kelompok lebih baik dikembangkan dalam kelompok dengan anggota seumur.
c.       Kepribadian
Keragaman dan keseragaman dalam kepribadian anggota kelompok dapat membawa keuntungan ataupun kerugian tertentu. Jika perbedaan diantara anggota amat besar, maka komunikasi antar anggota akan mengalami masalah.
d.      Hubungan awal
Keragaman dan keseragaman anggota kelompok juga menyangkut hubungan awal para anggota kelompok sebelum kegiatan kelompok dimulai. Keakraban mewarnai hubungan antar anggota kelompok yang sudah saling bergaul sebelumnya, dan sebaliknya suasana keasingan akan dirasakan para anggota yang belum saling mengenal.
Untuk itu, peran anggota kelompok amat menentukan. Peran yang hendak dimainkan oleh anggota kelompok agar dinamika kelompok benar-benar seperti yang diharapkan ialah:
1)      Membantu terbinanya suasana keakraban dalam hubungan anatar anggota kelompok
2)      Mencurahkan segenap perasaan dalam melibatkan diri dalam kegiatan kelompok
3)      Berusaha agar yang dilakukannya membantu tercapainya tujuan bersama
4)      Membantu tersusunnya aturan kelompok dan berusaha mematuhinya dengan baik
5)      Benar-benar berusaha untuk secara aktif ikut serta dalam seluruh kegiatan kelompok
6)      Mampu berkomunikasi secara terbuka
7)      Berusaha membantu anggota lain
8)      Memberi kesempatan kepada anggota lain untuk menjalankan peranannya
9)      Menyadari pentingnya kegiatan kelompok itu
Dalam dinamika kelompok semua anggota kelompok diharapkan dapat melaksanakan semua peranan diatas. Namun, dapat dimengerti bahwa anggota tersebut umumnya tidak serta merta sejak awal dimulai pertemuan sudah mampu berperan seperti itu. Disinilah letak pentingnya pemimpin kelompok dalam mempersiapkan anggota kelompok. Dalam hal ini pemimpin kelompok perlu memberitahu:
a.       Tentang apa yang diharapkan para anggota, suasana khusus yang dapat terjadi dalam kelompok itu, dan peranan serta cara yang dilakukan pemimpin kelompok.
b.      Bahwa keikutsertaan dalam kelompok adalah suka rela.
c.       Anggota kelompok bebas menanggapi hal yang disampaikan atau menolak saran yang diberikan anggota lain.
d.      Hasil kegiatan kelompok tidak mengikat anggota kelompok dalam kehidupan mereka diluar kelompok.
e.       Yang terjadi dan menjadi isi dari kegiatan kelompok itu sifatnya rahasia.
f.       Penghargaan pemimpin kelompok tentang kesukarelaan dan keberanian para anggota mengikuti kegiatan kelompok itu.

Tugas pemimpin kelompok adalah memperhatikan tingkat kesiapan anggota kelompok dalam menjalani kegiatan kelompok, yang meliputi kesiapan anggota untuk:
a.       Mengemukakan pendapat atau isi hatinya
b.      Membebaskan diri dari rasa enggan dan sikap mempertahankan diri
c.       Dapat menerima tanggapan yang mendalam dan lebih “menyentuh” tentang tingkah lakunya
d.      Mendiskusikan tingkah laku yang secara sosial tidak bisa dibenarkan


B.     Pemimpin kelompok
Dalam setiap kelompok peran pemimpin kelompok amatlah penting dan menentukan. Peran pemimpin ini disesuaikan dengan sifat dan tujuan kelompok.
a.       Ketrampilan dan sikap pemimpin kelompok
1.      Kehendak dan usaha untuk mengenal dan mempelajari dinamika kelompok, fungsi pemimpin kelompok dan saling hubungan antar orang dalam suatu kelompok
2.      Kesediaan menerima orang lain
3.      Kehendak untuk dapat didekati dan membantu tumbuhnya hubungan antar anggota kelompok
4.      Kesediaan menerima berbagai pandangan dan sikap yang berbeda, yang barang kali berlawanan terhadap pandangan pemimpin kelompok
5.      Pemusatan perhatian terhadap sekaligus suasana, perasaan dan sikap seluruh anggota kelompok dan pemimpin kelompok sendiri
6.      Penimbulan dan pemeliharaan saling hubungan antar anggota kelompok
7.      Pengarahan yang teguh demi tercapainya tujuan bersama
8.      Keyakinan akan kemanfaatan proses dinamika kelompok sebagai wahana untuk membantu para anggota
9.      Rasa humor, bahagia, dan puas, baik yang dialami pemimpin kelompok maupun anggota kelompok
b.      Peran pemimpin kelompok
Sehubungan dengan ketrampilan dan sikap diatas, peran pemimpin kelompok (dalam bimbingan dan konseling kelompok) dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.      Pemimpin kelompok dapat memberikan bantuan, pengarahan ataupun campur tangan langsung terhadap kegiatan kelompok. Campur tangan ini meliputi baik hal yang bersifat isi yang dibicarakan maupun mengenai prosees kegiatan itu.
2.      Pemimpin kelompok memusatkan perhatian pada suasana perasaan yang berkembang dalam kelompok itu, baik perasaan anggota tertentu maupun keseluruhan kelompok.
3.      Jika kelompok tampaknya kurang menjurus kearah yang dimaksudkan maka pemimpin kelompok perlu memberikan arah yang dimaksudkan itu.
4.      Pemimpin kelompok perlu memberikan tanggapan tentang hal yang terjadi dalam kelompok, baik yang bersifat isi maupun proses kegiatan kelompok.
5.      Pemimpin kelompok diharapkan mampu mengatur “lalu lintas” kegiatan kelompok, pemegang aturan permainan, pendamai dan pendorong kerjasama serta suasana kebersamaan, bertindak sebagai penjaga.
6.      Sifat kerahasiaan dari kegiatan kelompok itu dengan segenap isi dan kejadian yang timbul didalamnya, menjadi tanggung jawab pemimpin kelompok.

c.       Tuntutan terhadap pemimpin kelompok
Pemimpin kelompok harus terus menerus mengikuti perkembangan kelompok dan mengetahui secara tepat tingkat kesiapan anggota kelompok. Pemimpin kelompok wajib mendengarkan secara aktif segenap apa yang diutarakan anggota kelompok dan menangkap dengan baik bagaimana anggota itu memandang dirinya sendiri. Pemimpin kelompok harus mengetahui benar semua yang terjadi dalam kelompok itu. Suasana yang hidup dalam kelompok menentukan jalannya dan keberhasilan kegiatan kelompok. Ini semua menjadi tanggung jawab pemimpin kelompok.
Dalam bimbingan dan konseling, tujuan pokok dari proses dan dinamika kelompok yang ditumbuhkan itu ialah memungkinkan anggota kelompok menerima tanggung jawab atas tingkah lakunya sendiri, atau hidupnya sendiri, dengan bertenggang rasa terhadap orang lain. Dalam hal ini pemimpin kelompok dituntut untuk pandai memperhatikan setiap tingkah laku yang ditampilkan anggota kelompok dan memperhatikan keikutsertaan anggota kelompok dalam memecahkan masalah yang timbul.
Secara ringkas tuntutan terhadap pemimpin kelompok ialah kesanggupan merangsang diawalinya kegiatan kelompok, membantu terselenggaranya kegiatan kelompok secara baik, dan menilai proses dinamika kelompok itu sendiri.

           
C.    Ciri-ciri Kepemimpinan Kelompok
a.         Tut Wuri Handayani
Pemimpin yang bersikap tut wuri handayani, yaitu yang mengikuti kegiatan kelompok itu secara cermat, ikut serta di dalam “timbul dan tenggelamnya” suasana perasaan yang mewarnai kelompok itu, dan memberikan bantuan secara tepat jika bantuan itu memang diperlukan, merupakan tipe kepemimpinan yang lebih disukai.
b.         Mengayomi vs Mengawasi
Sikap mengayomi ini akan bisa mengimbas kepada anggota-anggota kelompok, yaitu dalam bentuk saling hubungan dan rasa kebersamaan yang positif. Jika pemimpin kelompok misalnya mau membuka diri sendiri, maka para anggota pun akan terangsang untuk mau pula membuka diri mereka sendiri. Hasil selanjutnya akan menambah tinggi tingkat saling hubungan dan rasa kebersamaan para anggota kelompok.
Sebagai pembanding terhadap tipe kepemimpinan di atas dapatlah disebut kepemimpinan yang sifatnya mengawasi. Kepemimpinan ini tidak bersifat menerima segala apa yang diutarakan oleh anggota kelompok. Pemimpi kelompok cenderung melihat kesalahan-kesalahan itulah pemimpin akan mengambil tindakan. Dalam layanan kelompok untuk membimbing dan konseling, tipe kepemimpinan yang bersifat mengawasi tidak dikehendaki.
c.         Pemimpin Kelompok sebagai Tokoh
Pemimpin kelompok dapat menjadi tokoh yang akan mereka tiru. Di samping itu, dari tokoh pemimpin yang baik, para anggota kelompok juga akan memetik dan meniru pemimpin itu bagaimana mengatasi dan menyalurkan dorongan-dorongan yang mendesak dan mencuat keluar dari diri anggota itu. Pemimpin akan dihargai karena ia telah membantu anggota dalam mengatasi berbagai masalah, seperti rasa bersalah, khawatir, pertentangan batin, dan sebagainya. Pemimpin juga telah mampu menyalurkan dan membebaskan anggota dari perasaan yang menyiksa, tanpa pemimpin itu menyalahkan ataupun menunjukkan sikap-sikap negatif lainnya.